Didalam Cisco Aironet ada 2 mode untuk pengoperasionalnya, yaitu

  1. Leighweight Access Point (LAP), didalam LAP untuk pengoperasionalnya menggunakan Controller untuk sentralisasi manajemen AP yang di sebut dengan WLC
  2. Autonomous Access Point (AAP), didalam AAP tidak dibutuhkan Controller, jadi tiap AP memiliki manajemen masing-masing

 

Untuk  menjadikan AP menjadi AAP kita membutuhkan IOS khusus, karena 2 mode operasional ada 2 otomatis untuk IOS juga ada 2 jenis juga

  1. IOS yang mendukung LAP di penamaan IOS ada kode W8
  2. IOS yang mendukung AAP di penamaan IOS ada kode W7

 

Untuk menyalakan AP ada 3 cara, yaitu :

  1. Dengan menggunakan switch PoE, cara ini si AP mendapatkan listrik dari kabel UTP yang mana di kabel UTP ada trafik data dan trafik listrik
  2. Dengan menggunakan power injector, cara ini cucok bagi switch yang tidak mendukung PoE dan di AP nya persis seperti nomor 1 bedanya di power injector untuk kabel UTP yang tadinya belum ada trafik listrik maka akan dibuat bisa mengalirkan listrik ke AP
  3. Dengan menggunakan power adapter, cara ini cucok juga untuk switch yang tidak mendukung PoE, di cara ini ada colokan yang harus di pasang di AP

Untuk mengakses Cisco Aironet ada 2 carai, yaitu :

  1. Web based, kita masukkan ip defaultnya 10.0.0.1 dan pasti di klien harus sudah di pasang ip juga yang 1 subnet dengan AP nya. Dan pastinya tampilannya berupa GUI
  2. Console, cara ini pastinya tampilannya berupa teks atau lebih dikenal CLI, kita memasukkan perintah-perintah untuk mengaktifkan AP ini sesuai yang kita inginkan

Umumnya Cisco Aironet dilengkapi dual band yaitu frekuensi 2,4Ghz & 5Ghz. dan dual band ini bisa dilihat dari model Aironet, jika nilai angka terakhirnya 2 berarti mendukung dual band, jika nilai 1 berarti hanya single band, contoh Cisco Aironet seri 1602, 3502

dari seri Cisco juga bisa dilihat apakah menggunakan internal antena atau external antena, contoh :
* Cisco Aironet seri 1602i, yang berarti Aironet 1600 series yang mendukung dual band dan antenanya internal
* Cisco Aironet 3502e, yang berarti Aironet 3500 series yang mendukung dual band dan antenanya external

IMG_20160201_101414 - bpn.jpg

Gambar di atas adalah contoh Cisco Aironet seri 3502e, dimana terlihat tempat untuk pemasangan antena external

Cisco Aironet tampak bawah.png

Gambar di atas adalah Cisco Aironet 3502e tampak bawah, terlihat disana sudah ditandakan berdasarkan nomor dan berikut ini adalah penjelasannya

  1. di sini dinamakan tombol mode yang salah satu fungsinya untuk upgrade atau downgrade ios
  2. port buat console untuk melakukan remote perangkat secara langsung
  3. port ethernet buat trafik data dan bisa juga buat trafik listrik kalo yang digunakan di ujungnya switch PoE atau power injector
  4. port buat ke listrik menggunakan power adapter

 

demikian perkenalan tentang Cisco Aironet ini yang masih jauh dari sempurna, silahkan jika ada penambahan lagi

 

semoga bermanfaat

 

Salam,

Danu Wiyoto

3 thoughts on “Perkenalan dengan Cisco Access-Point Aironet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen + nineteen =